Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Orang-orang membeli saham maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia di Plaza Bapindo di Jakarta, Indonesia, pada Rabu, 2 Februari 2011. -  Bloomberg / Dimas Ardian
Premium

Historia Bisnis : Peter Sondakh Lirik Saham Garuda Indonesia (GIAA)

11 Januari 2021 | 20:00 WIB
Grup Rajawali milik taipan Peter Sondakh membuka peluang untuk mengakuisisi sebagian saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) pada medio 2007.

Bisnis.com, JAKARTA — Kerugian yang beberapa kali dibukukan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. selama perjalanannya mengudara sebagai maskapai badan usaha milik negara (BUMN) tidak memudarkan pesonanya di mata calon investor.

Garuda Indonesia resmi menjadi emiten BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah melantai pada Februari 2011. Beberapa tahun sebelum melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), maskapai pelat merah itu memikat hati Peter Sondakh.

Peter merupakan salah satu orang terkaya Indonesia periode 2020 versi Forbes. Pengusaha kelahiran Kota Manado, Sulawesi Utara, itu tercatat menempati urutan ke-18 dengan total kekayaan bersih US$1,5 miliar per 9 Desember 2020.

Dia menjadi komando Rajawali Corpora. Perusahaan investasi itu didirikan pada 1984 dengan portofolio meliputi hotel, media, dan pertambangan.

Peter melalui Grup Rajawali tercatat pernah tertarik untuk meminang sebagian saham Garuda Indonesia yang saat itu belum berstatus sebagai perusahaan tercatat di BEI. Hal itu sempat terekam di pemberitaan Koran Bisnis Indonesia edisi 11 Januari 2007 dalam artikel berjudul “Grup Rajawali incar Garuda Indonesia”.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top