Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja dengan alat berat memindahkan cangkang sawit yang akan diekspor ke Thailand di Pelabuhan Bela-Belang, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (27/7/2020). Sulbar, Kalbar, Riau, dan Babel tercatat sebagai provinsi pengekspor sawit.  - ANTARA
Premium

Asa Emiten Alat Berat dari Tren Positif Batu Bara dan CPO

08 Januari 2021 | 19:30 WIB
Kenaikan harga dan produksi komoditas seperti batu bara dan CPO serta produk logam lain, diperkirakan memberi nafas baru bagi emiten alat berat pada tahun ini.

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah produk komoditas andalan Indonesia diperkirakan mengalami kenaikan produksi pada tahun ini seperti batu bara dan minyak kelapa sawit mentah (CPO). Selain itu, kedua komoditas tersebut juga diprediksi memiliki pergerakan harga positif pada 2021. Kondisi ini diperkirakan memberikan asa tersendiri bagi emiten alat berat.

Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pemenuhan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) mencapai 137,5 juta ton pada 2021.

Target tersebut lebih tinggi dari realisasi sepanjang 2020 yang hanya mencapai 132 juta ton atau hanya 85 persen dari target yang ditetapkan pada awal tahun.

Di sisi lain, tahun ini Kementerian ESDM menargetkan total produksi batu bara dapat mencapai 550 juta ton, tidak mengalami perubahan dari 2020.

Sejumlah analis pun memperkirakan harga batu bara akan melanjutkan kenaikannya setidaknya hingga Februari dengan melampaui harga US$80 per metrik ton.

Sementara itu, untuk komoditas CPO, produksi nasional juga diprediksi akan mengalami kenaikan. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memproyeksikan, produksi CPO pada 2021 akan  mencapai 52,30 juta ton.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top