Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Teknisi memasang prangkat base transceiver station (BTS) disalah satu tower di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3 - 2020).
Premium

Indosat dan Tri Merger, Mungkinkah Diikuti oleh XL Axiata dan Smartfren?

04 Januari 2021 | 15:00 WIB
Merger yang akan dilakukan antara PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia) dengan PT Indosat Tbk (ISAT) diperkirakan memberikan tekanan tersendiri bagi operator lain, seperti PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) untuk melakukan opsi serupa.

Bisnis.com, JAKARTA – Sinyal kuat merger PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia) dengan PT Indosat Tbk (ISAT) diperkirakan berdampak pola permainan baru industri telekomunikasi.

Konsolidasi tersebut juga diprediksi akan memperkuat bisnis dalam optimalisasi frekuensi kedua entitas yang masih terpisah itu. Pasalnya, Tri baru saja memenangkan frekuensi 5G sebesar 10 MHz, yang berdampak pada bisnis perusahaan yang makin kokoh.

Di sisi lain, penggunaan terbatas jaringan 5G dapat menjadi uji coba bagi entitas baru hasil merger tersebut apabila keduanya resmi bergabung.

Namun demikian bagi para pesaing, konsolidasi tersebut menempatkan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) pada posisi yang kurang menguntungkan.

Adapun, jumlah operator seluler di Indonesia bisa dibilang cukup banyak saat ini, setidaknya terdapat 6 pelaku operator utama yakni Telkomsel, Indosat, XL, Tri Indonesia, Smartfren dan Sampoerna Telecom. Sementara jumlah penduduk Indonesia mencapai 264 juta jiwa.

Sebagai perbandingan, kondisi yang terjadi di Indonesia ini berbeda dengan iklim persaingan bisnis operator di China, dengan jumlah penduduk lebih dari 1 miliar jiwa hanya memiliki 3 operator seluler.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top