Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Siluet pekerja di proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek rute Cawang-Dukuh Atas di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (3/10/2018).  (JIBI - Nurul Hidayat)
Premium

Emiten Pilihan Ustaz Yusuf Mansur Berburu Kontrak Luar Negeri

21 Desember 2020 | 05:20 WIB
Saham badan usaha milik negara (BUMN) karya masih menjadi pilihan sejumlah pelaku pasar di tengah proyeksi pemulihan kinerja yang masih menantang.

Bisnis.com, JAKARTA— Emiten konstruksi badan usaha milik negara (BUMN) tengah berburu proyek di luar negeri untuk menambah tebal pundi-pundi kontrak baru perseroan.

Saham badan usaha milik negara (BUMN) karya kembali mendapat sorotan dari Ustaz Yusuf Mansur (UYM). Lewat akun Instagram @yusufmansurnew, pemilik PT PayTren Asset Manajemen (PAM) itu merekomendasikan saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) dan PT PP (Persero) Tbk. (PTPP).

“Buat besok pagi. Hehehe. PTPP dan WIKA. Bismillaah aja,” ujarnya melalui sebuah unggahan di akun Instagram, Minggu (20/12/2020) siang.

UYM telah mengingatkan para pengikutnya di Instagram untuk melirik PTPP dan WIKA sejak akhir pekan lalu. Penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2020 tentang Lembaga Pengelola Investasi menjadi penanda terbentuknya Nusantara Investment Authority (NIA).

Sebagai catatan, NIA merupakan lembaga pengelola investasi atau sovereign wealth fund (SWF) milik pemerintah Indonesia. Badan hukum itu merupakan mandat Pasal 165 ayat 2 Omnibus Law Undang Undang (UU) Cipta Kerja.

NIA akan bertugas mengelola dana investasi baik dari luar maupun dalam negeri. Tujuannya, sebagai sumber pembiayaan alternatif.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top