Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Logo Tesla Inc terpampang di sebuah unit mobil listrik buatan perusahaan tersebut di Fremont, California, AS, Senin (20/7/2020). - Bloomberg/Nina Riggio
Premium

Menerka Pengaruh Demam Tesla terhadap Indeks S&P 500

21 Desember 2020 | 13:47 WIB
Saham Tesla resmi masuk dalam indeks S&P 500 di bursa AS. Apa artinya?

Bisnis.com, JAKARTA – Pekan krusial di panggung pasar modal AS akhirnya tiba. Pada Senin (21/12/2020) waktu setempat, emiten produsen kendaraan ramah lingkungan Tesla Inc (TSLA) akan resmi tercatat ke dalam indeks S&P 500.

Indeks S&P 500 adalah indeks yang memuat saham 500 perusahaan terbuka paling besar di Negeri Paman Sam. Indeks ini kerap jadi salah satu acuan pasar global karena dianggap mencerminkan gambaran umum pasar modal di AS.

Faktor itulah yang kemudian turut bikin saham Tesla makin laris manis dalam beberapa waktu belakangan. Terakhir, Tesla mengalami penguatan tajam 39,1 poin alias 5,96 persen ke angka US$695 pada akhir perdagangan Jumat (18/12).

Khusus pada Desember 2020, saham Tesla tercatat telah menguat 18,8 persen dari posisi US$584,76. Sementara itu, secara tahun berjalan (year-to-date/ytd), sahamnya sudah melonjak 707,6 persen dari posisi US$86,05.

Kenaikan nilai saham tersebut pun membuat Tesla masuk urutan lima besar penghuni S&P 500. Dengan kapitalisasi pasar naik jadi US$527.033, mereka cuma kalah dari nama-nama mentereng macam Apple, Microsoft, Amazon, dan Facebook.

Kepala Divisi Strategi Pasat Chaikin Anaytics Dan Russo menilai wajar jika sentimen masuknya saham Tesla ke S&P 500 turut mengerek kapitalisasi pasar perusahaan yang dipimpin Elon Musk tersebut.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top