Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Suasana pekerja di ruang produksi pabrik rokok PT Digjaya Mulia Abadi (DMA) mitra PT HM Sampoerna, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (16/6/2020). - Antara / Siswowidodo
Premium

Wejangan JP Morgan untuk Pemegang Saham GGRM dan HMSP

18 Desember 2020 | 11:30 WIB
J.P. Morgan merevisi rekomendasi untuk PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) setelah Kementerian Keuangan menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) rerata 12,5 persen untuk periode 2021.

Bisnis.com, JAKARTA — Kenaikan tarif cukai rokok yang diputuskan oleh pemerintah mengejutkan J.P. Morgan. Perbankan investasi asal Amerika Serikat (AS) itu menyorot dampak kebijakan terhadap PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP).

Kementerian Keuangan mengumumkan kenaikan tarif cukai rokok sebesar 12,5 persen yang mulai berlaku 1 Februari 2021. Kebijakan itu berlaku untuk industri yang memproduksi sigaret putih mesin (SPM) golongan I 18,4 persen, SPM golongan IIA 16,5 persen, SPM IIB 18,1 persen, sigaret kretek mesin (SKM) golongan I 16,9 persen, SKM IIA 13,8 persen, dan SKM IIB 15,4 persen.

Adapun, untuk industri sigaret kretek tangan (SKT) tarif cukainya tidak berubah atau dalam hal ini tidak dinaikkan oleh pemerintah. Pertimbangan keputusan itu lantaran karakter industri SKT yang memiliki tenaga kerja terbuka.

Tim Analis J.P. Morgan mengatakan kenaikan tarif CHT untuk industri SKM golongan I hingga 17 persen jauh lebih tinggi dari perkiraan. Selain itu, kebijakan disebut mengejutkan di tengah tantangan kondisi makro ekonomi akibat dampak penyebaran Covid-19.

Data Philip Morris International menunjukkan volume industri SKM sebesar 76 persen mendominasi di Indonesia dibandingkan dengan SKT 20 persen dan SPM 4 persen pada kuartal III/2020.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top