Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja membersihakan lantai di depan patung William Soeryadjaya, pendiri Grup Astra. - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Premium

Historia Bisnis : Kegagalan Hashim Djojohadikusumo Mencengkeram Astra

13 Desember 2020 | 13:35 WIB
Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo Subianto, rupanya pernah nyaris memimpin Grup Astra. Mengapa dia gagal mengambil alih konglomerasi tersebut dari William Soeryadjaya?

Bisnis.com, JAKARTA – Nama-nama macam Tjia Kian Tie, Tjia Kian Long alias William Soeryadjaya, hingga Liem Peng Hong memang punya andil merintis embrio kesuksesan PT Astra International Tbk. (ASII). Namun, periode kepemimpinan Prajogo Pangestu di perusahaan tersebut juga tak bisa dipandang sepele.

Orang terkaya ketiga Indonesia tahun 2020 versi Forbes ini tercatat pernah menjadi pengendali ASII pada 1992-1998. Arsip Majalah Tempo dalam laporan berjudul Fenomena Prajogo yang tayang 11 September 1993 bahkan menyebut kehadiran Prajogo adalah titik balik yang bikin saham ASII kian diminati investor.

“Begitu Prajogo membeli saham Astra, harganya bergerak naik. Kalau Anda ikut Prajogo membeli saham Astra di awal tahun ini [1993], dalam 9 bulan Anda telah mendapat keuntungan 70 persen atau 6 kali lipat bunga deposito berjangka setahun,” tulis Tempo kala itu.

Wajar Prajogo saat itu menjadi kiblat investor. Rekam jejaknya merintis PT Barito Pacific Timber terbilang meyakinkan.

Kesuksesan di Barito pula yang kemudian bikin Prajogo punya modal berlebih untuk mengambil alih ASII dari William Soeryadjadja. Saat itu, Om Willem ingin melepas saham ASII karena kasus likuidasi Bank Summa yang membelit anaknya, Edwin Soeryadjaja.

Prajogo tidak datang sendirian. Untuk menawar saham ASII, dia mengajak beberapa kongsi bisnisnya untuk patungan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top