Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Rokok dijual di sebuah gerai waralaba, di Jakarta, Minggu (21/8). - JIBI/Dwi Prasetya
Premium

Adu Kuat GGRM, HMSP dan WIIM Hadapi Kenaikan Cukai Rokok

10 Desember 2020 | 15:09 WIB
Kementerian Keuangan memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok pada 2021. Kondisi ini pun berdampak kepada produsen rokok terutama emiten yang melantai di bursa saham. Namun, seberapa besar peluang perusahaan-perusahaan itu untuk berkelit dari tekanan tersebut?

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan, memutuskan menaikan tarif cukai rokok untuk 2021 diketok sebesar 12,5 persen. Meski begitu, Kementerian Keuangan tidak menaikan tarif cukai untuk jenis sigaret kretek tangan (SKT). 

Kenaikan ini terdiri dari, industri yang memproduksi sigaret putih mesin (SPM) golongan I 18,4 persen, sigaret putih mesin golongan II A 16,5 persen, sigaret putih mesin IIB 18,1 persen, sigaret kretek mesin (SKM) golongan I 16,9 persen, sigaret kretek mesin II A 13,8 persen, dan sigaret kretek mesin II B 15,4 persen.

"Sementara itu, untuk industri sigaret kretek tangan, tarif cukainya tidak berubah atau dalam hal ini tidak dinaikan," tegas Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kamis (10/12/2020).

Adapun kebijakan mengangguhkan kenaikan produk rokok kretek tangan, menurut Sri Mulyani, disebabkan oleh karakter industri sigaret kretek tangan yang memiliki tenaga kerja terbuka.

Dengan komposisi tersebut, rata-rata kenaikan tarif cukai adalah sebesar 12,5 persen. Kenaikan tarif ini berlaku pada 1 Februari 2021.

Analis Samuel Sekuritas Yosua Zisokhi mengatakan dampak yang berbeda-beda dialami oleh tiga besar emiten produsen rokok nasional, seperti PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP), PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIMM), dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top