Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Seorang pekerja melintas di depan pabrik PT Gudang Garam Tbk. Kediri, Jawa Timur. - Antara / Arief Priyono
Premium

Historia Bisnis: Gudang Garam (GGRM) Hentikan Pabrik karena Cukai

07 Desember 2020 | 20:41 WIB
Gudang Garam (GGRM) memutuskan merumahkan karyawannya karena pita cukai yang dibutuhkan tidak tersedia.

Bisnis.com, JAKARTA - Kebijakan cukai oleh Kementerian Keuangan menjadi jantung bagi perusahaan rokok seperti PT Gudang Garam Tbk. (GGRM). 

Terhambatnya perolehan pita cukai membuat perusahaan harus berhenti produksi. Akibatnya puluhan ribu karyawan harus dirumahkan. 

Langkah meliburkan karyawan terkait belum diterimanya pita cukai ini dilaporkan Bisnis Indonesia secara berlanjut dalam edisi 6 Desember dan 7 Desember 1991. 

Kala itu pemerintah merombak aturan terkait cukai melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menkeu No. 1180/KMK.00/1991 dan SK Mendag No. 307/KPB/XI/1991 tentang Pengaitan Penyerahan Cengkeh dengan Pemesanan Cukai. 

Dalam peraturan baru itu, Ditjen Bea dan Cukai hanya akan melayani pemesanan pita cukai oleh pabrikan jika dilampiri Tanda Bukti Penyerahan Cengkeh dari Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC). Badan ini kemudian dipimpin oleh Hutomo Mandala Putra Soeharto atau lebih dikenal dengan Tommy Soeharto. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top