Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Sejumlah pengemudi ojek daring menunggu penumpang di Jakarta, Rabu (12/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Premium

Kabar Merger Grab-Gojek Menguat, Berkah untuk ASII, TLKM, EMTK dan Lippo?

03 Desember 2020 | 15:30 WIB
Kabar merger Grab Holding Inc. dan Gojek kembali menguat. Penggabungan kedua entitas ini tentu memberikan beragam dampak, termasuk bagi emiten di Indonesia yang berinvestasi di kedua startup itu.

Bisnis.com, JAKARTA – Kabar mengenai rencana merger antara Grab Holding Inc. dan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek kembali menyeruak. Kini, kedua entitas bisnis itu disebut-sebut telah mengalami kemajuan yang pesat dalam membahas rencana merger itu.

Jika terlaksana, ini akan menjadi merger dengan nilai terbesar di Asia Tenggara. Selain itu penggabungan Grab dan Gojek akan mengakhiri drama persaingan kedua perusahan itu untuk meraih dominasi dalam bisnis aplikasi transportasi online, yang kini bertransformasi menjadi superapp.

Apabila merger tersebut terjadi, maka dampak yang dirasakan tidak hanya akan dialami oleh Gojek maupun Grab saja. Sejumlah perusahaan yang turut memegang saham dan menyuntik dana ke kedua entitas startup itu juga diperkirakan mendapatkan keuntungan, terutama perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia.

Seperti diketahui, belum lama ini, emiten telekomunikasi PT Telkom Indonesia (TLKM) melalui anak usaha PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menyuntikan dananya ke Gojek. Sebelumnya, emiten otomotif PT Astra International Tbk. (ASII) lebih dulu melakukan investasi di Gojek.

Investasi Telkomsel ke Gojek itu senilai US$150 juta atau setara dengan Rp2,1 triliun. Investasi itu diyakini akan memuluskan langkah operator seluler tersebut untuk mengeruk pendapatan baru dari layanan digital.

Sementara itu, ASII dan Gojek tahun lalu mengumumkan pembentukan perusahaan patungan yang bergerak di bisnis penyewaan kendaraan bagi mitra pengemudi Go-Car. Investasi senilai US$100 juta dari Astra adalah bagian dari ronde pendanaan Seri F ke Gojek. Melalui modal segar ini, Astra telah menyertakan modal senilai US$250 juta ke Gojek.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top