Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja mengelas kawat tiang pondasi proyek double-double track (DDT) atau rel ganda Paket A Manggarai-Jatinegara, Jakarta, Jumat (21/). - Antara/Angga Budhiyanto
Premium

Saham Infrastruktur ADHI, WSKT, ACST, Hingga SKRN Memanas, Lewati Harga Awal Tahun?

03 Desember 2020 | 12:20 WIB
Saham-saham emiten konstruksi kompak menguat sejak adanya kepastian vaksin Covid-19. Masih mampu menjulang lebih tinggi?

Bisnis.com, JAKARTA – Kepastian vaksin telah menumbuhkan ekspektasi di pasar bahwa ekonomi pada 2021 akan mulai bangkit. Hal ini tercermin dari melonjaknya harga saham emiten konstruksi bangunan yang dipimpin oleh badan usaha milik negara (BUMN).

Dari 16 emiten dalam sub kategori konstruksi bangunan, hanya tiga perusahaan yang harga sahamnya berada dalam zona merah, dua terparkir di level  Rp50 dan satu lainnya dalam proses pailit.

Emiten konstruksi dalam teritori negatif ini adalah PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. (JKON) secara bulanan melemah 1,35 persen, PT Paramita Bangun Sarana Tbk.(PBSA) melemah 2,82 persen dan Indonesia Pondasi Raya Tbk. (IDPR) yang melemah 10,61 persen.

Perusahaan konstruksi yang berada pada level gocap adalah Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk. (DGIK) dan Totalindo Eka Persada Tbk. (TOPS).

Dalam priode ini emiten yang menguat paling tajam sahamnya dalam satu bulan terakhir atau month-to-month adalah badan usaha milik negara (BUMN) PT Adhi Karya (persero) Tbk. (ADHI). Emiten konstruksi ini menguat 120,87 persen dalam 1 bulan terakhir. Sedangkan jika melihat posisi awal tahun (year-to-date), saham ADHI telah membalik keadaan dengan berada pada peningkatan harga 8,55 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top