Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Premium

Ketika Pecah Rekor Kasus Positif Covid-19 Telan Prestasi IHSG

30 November 2020 | 17:34 WIB
Setelah menguat selama beberapa waktu terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela mengalami koreksi hampir 3 persen. Pecah rekor kasus positif Covid-19 menjadi pukulan.

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menunjukkan tanda-tanda melanjutkan penguatan pada awal perdagangan pekan ini. Namun, harapan itu bubar jalan setelah investor asing menarik dananya tak berapa lama setelah pembukaan perdagangan, Senin (30/11/2020).

Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 0,13 persen menjadi 5.790,62. Terpantau sebanyak 179 saham menguat, 36 saham melemah, dan 189 saham stagnan.

Namun, hanya beberapa menit kemudian, indeks berbalik menuju zona merah. Akhirnya, IHSG pun harus rela ditutup di level 5.612,42 setelah anjlok 2,96 persen.

IHSG sempat terkoreksi hingga ke level terendah 5.563,86, tetapi berhasil kembali menanjak. Sepanjang hari ini, indeks bergerak di rentang 5.563,86-5.798,29.

Investor asing tercatat net sell alias melakukan aksi jual bersih hingga Rp2,96 triliun. Saham-saham BUMN menjadi sasaran jual utama, seperti PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dengan net sell Rp428,6 miliar dan turun 6,65 persen ke posisi Rp3.230.

Saham emiten swasta berkapitalisasi besar juga tak lepas dari aksi ini. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) net sell Rp419 miliar dan turun 2,82 persen ke Rp31.025, sedangkan PT Astra International Tbk. (ASII) net sell Rp197,5 miliar dan terkoreksi 4,22 persen menjadi Rp5.300.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top