Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja memeriksa kondisi kandang dan ayam di peternakan ayam modern Naratas, Desa Jelat, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (11/4 - 2020). /Antara
Lihat Foto
Premium

Pilih JPFA, CPIN, SIPD atau MAIN Saat Inflasi Didorong Harga Ayam & Telur?

Empat emiten unggas mencatatkan kinerja signifikan pada November 2020
Maria Elena & Anggara P.
Maria Elena & Anggara P. - Bisnis.com
30 November 2020 | 08:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah melewati tekanan yang panjang akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai imbas wabah corona, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2020 diperkirakan meningkat.  

Berdasarkan survei pemantauan harga pada minggu ke-IV November 2020 yang dilakukan Bank Indonesia, IHK pada November 2020 akan kembali mengalami inflasi, yaitu sebesar 0,25 persen month-to-month (mtm).

“Perkiraan inflasi November 2020 secara tahun kalender sebesar 1,21 persen ytd dan secara tahunan sebesar 1,57 persen yoy,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko, pekan lalu.

Dia memperkirakan penyumbang utama inflasi yaitu daging ayam ras sebesar 0,10 persen mtm, telur ayam ras sebesar 0,05 persen mtm, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,02 persen mtm.

Sedangkan komoditas yang menyumbang deflasi seperti emas perhiasan sebesar -0,02 persen mtm dan tarif angkutan udara sebesar -0,01 persen mtm.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top