Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Sri Prakash Lohia, pengusaha Indonesia berdarah India, pendiri dan pemilik PT Indo-Rama Syntethic Tbk. (INDR). - Istimewa
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis: Rencana Lohia dan Target Indorama (INDR)

Indorama menggunakan dana dari pasar modal untuk ekspansi pabrik polyester.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com
27 November 2020 | 16:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak tiba di Indonesia pada 1974, Grup Indorama yang dipimpin Sri Prakash Lohia terus memperbesar bisnisnya. 

Lohia yang dinobatkan sebagai orang terkaya ke-5 di Indonesia versi Forbes itu terus fokus kepada rantai bisnis tekstil, termasuk pada sisi hulu dengan membangun pabrik polyester. 

Bisnis Indonesia edisi 27 November 1991 melaporkan bagaimana Lohia melalui PT Indorama Synthetics terus memperluas pabriknya di Purwakarta, Jawa Barat dengan tajuk 'Pabrik Polyester baru Indorama Beroperasi, Target Ekspor US$36 juta'.

Dalam laporan yang diterbitkan 29 tahun lalu itu, pabrik polyester milik Indorama Synthetics ini selesai dibangun dengan investasi US$70 juta.

Investasi pabrik polyester itu berasal dari dana IPO Indorama yang sebelumnya dilakukan pada 3 Agustus 1990. Dana publik itu kemudian ditambah dengan ekuitas perusahaan dan pinjaman dari anak usaha bank dunia, International Finance Corporation (IFC). 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top