Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Premium

Prospek Pasar Modal 2021: Biden, Vaksin dan Omnibus Law jadi Katalis?

24 November 2020 | 18:02 WIB
Setelah mengalami turbulensi sepanjang 2020 akibat pandemi Covid-19, pasar modal RI mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Lalu, bagaimana dengan 2021?

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar modal menjadi salah satu sektor yang terdampak cukup signifikan oleh sentimen negatif, akibat pandemi Covid-19 yang terjadi sepanjang tahun ini. Kondisi yang jauh lebih baik pun diharapkan oleh para pelaku di pasar modal pada tahun depan.

Sejumlah analis pelaku pasar modal pun telah memiliki proyeksi terhadap kondisi yang akan mewarnai dinamika pada 2021.

Chief Investment Officer PT Schroders Indonesia Irwanty Muljono mengatakan, sepanjang tahun ini para investor diliputi kekhawatiran akan ketidakpastian ekonomi global. Selain merebaknya pandemi virus corona di hampir seluruh dunia, peralihan kepemimpinan di Amerika Serikat pun turut menjadi alasan investor untuk mencari sejumlah aset safe haven.

“Apalagi sebelum Joe Biden akhirnya terpilih sebagai Presiden AS 6 November lalu. Aset seperti mata uang dolar AS dan yen diborong oleh investor dunia. Selain itu ada pula emas dan aset fixed income lainnya. Indonesia pun terdampak dari maraknya aksi jual bersih asing sepanjang tahun ini,” katanya dalam seminar virtual Economic Outlook 2021, Selasa (24/11/2020).

Kondisi itu pun terjadi di pasar obligasi nasional kendati yield Indonesia termasuk menarik dibandingkan dengan negara lain. Namun, menurutnya sentimen mulai berbalik pada Oktober di mana investor asing mulai tertarik untuk kembali mengoleksi surat utang negara Indonesia.

Situasi yang lebih baik pun muncul tatkala Biden berhasil mengungguli Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS). Investor saham yang semula memilih wait and see mulai mengikuti investor obligasi untuk masuk ke pasar saham Tanah Air.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top