Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Aktifitas penambangan nikel milik PT Vale Indonesia, Tbk terlihat di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. - JIBI/Paulus Tandi Bone
Premium

Historia Bisnis: Gara-Gara Nikel, INCO Pusing Bagi Dividen

22 November 2020 | 14:58 WIB
PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang dulu bernama PT Inco sempat dipusingkan oleh penurunan harga nikel dunia, sehingga mengganggu rencana perseroan untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham.

Bisnis.com, JAKARTA – Fenomena terus naiknya harga nikel dunia saat ini menjadi berkah tersendiri bagi PT Vale Indonesia Tbk. (INCO). Pasalnya, emiten tersebut menjadi salah satu produsen nikel di Tanah Air.

Emiten berkode saham INCO itu berhasil membukukan pertumbuhan kinerja impresif pada kuartal III/2020 seiring dengan kenaikan harga komoditas nikel.

Berdasarkan laporan keuangan, INCO membukukan pertumbuhan pendapatan 12,74 persen menjadi US$571,02 juta pada kuartal III/2020 dari realisasi US$506,46 juta pada kuartal III/2019.

Presiden Direktur Vale Indonesia Nico Kanter mengatakan bahwa operasional perseroan pada kuartal ketiga tahun ini berhasil lebih baik kendati di tengah pandemi Covid-19.

“Kami berhasil mengendalikan beban pokok pendapatan kami secara berkelanjutan pada kuartal ini dan, di saat yang bersamaan, kami juga diuntungkan dari kenaikan harga nikel,” ujar Nico seperti dikutip dari keterangan resminya, Kamis (29/10/2020).

Bahkan sepanjang pekan lalu, harga saham INCO berhasil naik 4,11 persen ke level Rp4.560 pada penutupan perdagangan Jumat (20/11/2020). Sementara itu selama sebulan terakhir, harga saham emiten tersebut naik hingga 10,41 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top