Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Kantor Pusat PP London Sumatra (LSIP). - Annual Report 2008
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis: Transaksi Jumbo di Kebun Lonsum (LSIP), dari Risjad, Sariaatmadja ke Salim

London Sumatra Plantation (LSIP) dimulai dari 1906 yang dijalankan oleh Harrisons & Crossfield Plc, perusahaan perkebunan dan perdagangan yang berbasis di London.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com
18 November 2020 | 22:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Melonjaknya harga CPO di pasar global terutama permintaan  China dan India membuat para konglomerat ramai-ramai menggarap bisnis ini. Termasuk menggunakan pinjaman sindikasi perbankan internasional. 

Salah satu aksi akuisisi kebun yang mencatatkan rekor itu adalah perpindahan kepemilikan di London Sumatra. Kebun sawit yang didirikan pada 1906 itu oleh para ekspatriat Inggris beralih kepemilikannya kepada konsorsium beranggotakan Risjadson, Napan Group dan Hendry Liem. Akuisisi ini sendiri bernilai US$283 juta.

Untuk itu konsorsium menarik utang sindikasi sebesar US$183,5 juta untuk mengakuisisi PT Pan London Sumatra Plantation. Akad kredit pinjaman sindikasi yang dipimpin oleh Citibank International Limited itu ditandatangani di Singapura.

Aksi korporasi Grup Risjadson dan rekan-rekannya itu dilaporkan oleh Bisnis Indonesia edisi 18 November 1994 dalam tajuk 'Risjadson, Napan dan Hendry Liem Akuisisi Pan London Sumatra'.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

To top