Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan perawatan regulator jaringan gas rumah tangga (jargas) di Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Aceh, Selasa (2/6/2020). - Antara / Rahmad
Premium

Historia Bisnis: Harap Cemas PGN Menuju Lantai Bursa

12 November 2020 | 22:56 WIB
Hasil pelepasan saham PGN digunakan untuk membangun pipa transmisi dan menambal defisit APBN.

Bisnis.com, JAKARTA - Kesuksesan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offerings (IPO) sangat tergantung kegigihan penjamin emisi (underwriter) meyakinkan investor yang tepat selain tentu saja performa perusahaan.

Sejumlah penjamin emisi kemudian menerapkan strategi memburu investor institusi untuk memastikan saham yang dipasarkan dapat terserap pasar seluruhnya. Langkah mengejar investor institusi ini juga yang dilakukan manajemen Danareksa saat membawa PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) melantai di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (kini digabung menjadi Bursa Efek Indonesia).

Daniel Iskandar, direktur PT Danareksa Sekuritas, mengungkapkan saham PGN diarahkan untuk investor institusi dan investor jangka panjang.

"Saham PGN akan dibeli oleh investor institusi, bukan investor ritel sebagaimana saham BRI," ujarnya seperti yang dilansir Bisnis Indonesia edisi 12 November 2003 dengan judul ’Investor Institusi Kunci Sukses IPO PGN’.

Saat itu Daniel berkeyakinan dengan struktur usaha PGN yang kuat karena menguasai jaringan transmissi dan distribusi yang panjang, membuat perseroan mampu menghasilkan pendapatan yang cukup tinggi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top