Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Seorang pekerja melintas di depan pabrik PT Gudang Garam Tbk. Kediri, Jawa Timur. - ANTARA FOTO / Arief Priyono
Premium

Mengukur Potensi Laju Gudang Garam (GGRM) di Bisnis Jalan Tol

11 November 2020 | 20:15 WIB
PT Gudang Garam Tbk. ternyata telah bersiap memasuki bisnis infrastruktur, tepatnya jalan tol. Bagaimana diversifikasi bisnis ini dapat mengerek kinerja emiten rokok tersebut?

Bisnis.com, JAKARTA — Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada pengujung Agustus 2020, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari keuntungan tahun buku 2019.

Menimbang rekam jejak GGRM yang royal berbagi dividen pada tahun-tahun sebelumnya, keputusan tersebut bikin publik bertanya-tanya. Hingga kemudian, perusahaan menjelaskan alasan di balik langkah mereka.

“Saldo laba akan digunakan untuk menambah modal kerja,” jelas perusahaan, kala itu.

Kini, kebenaran atas jawaban tersebut mulai terkuak. Pada Selasa (10/11/2020), perusahaan mengumumkan rencana masuk ke bisnis jalan tol lewat pembentukan cucu usaha bernama PT Surya Kertaagung Toll (SKT).

Didirikan di bawah naungan anak usahanya, PT Surya Kerta Agung (SKA), Sekretaris Perusahaan Heru Budiman menjelaskan pendirian ini menandai semakin jauhnya jangkauan perusahaan ke bidang konstruksi. Dia juga menambahkan bahwa bidang usaha SKT nantinya tidak akan terbatas pada pembangunan atau pemeliharaan tol saja.

“[Serta] pemasangan bangunan prafabrikasi yang utamanya dari beton untuk konstruksi jalan dan jalan rel sebagai bagian dari pekerjaan yang tercakup dalam konstruksi bangunan sipil dan biasanya dikerjakan atas dasar subkontrak,” papar Heru dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top