Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memberikan kata sambutan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 dan Arahan Presiden RI di Jakarta, Jumat (11/1/2019). Bisnis - Nurul Hidayat
Premium

Termasuk Incaran Chairul Tanjung, Buru Cuan dari 17 Bank Wajib Aksi Korporasi Ini

05 November 2020 | 14:41 WIB
Sebanyak emiten 17 bank harus melakukan aksi korporasi untuk memenuhi ketentuan modal berdasarkan POJK 12/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Bisnis.com, JAKARTA - Sedikitnya 17 emiten perbankan di Bursa Efek Indonesia harus melakukan aksi korporasi tambah modal ataupun merger pada 2021 dan 2022 sebagai dampak Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 12/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Beleid itu mewajibkan bank umum memiliki modal inti minimal Rp2 triliun pada 2021. Jumlah ini ditambah menjadi Rp3 triliun pada 2022. Sedangkan pada tahun ini seluruh bank sudah berada di BUKU II atau memiliki modal inti di atas Rp1 triliun paling lambat 31 Desember 2020 nanti.

Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK menyebutkan penambahan modal oleh pemilik bank adalah sebuah keharusan. Untuk itu dirinya mempersilahkan pelaku industri melakukan konsolidasi, melakukan penambahan modal sendiri atau menggandeng investor strategis.

"Semangat ini [konsolidasi bank] terus kita lakukan, bagi yang terkendala bisa konsolidasi kepada OJK segera!" katanya dalam paparan Perkembangan Kebijakan dan Kondisi Terkini Sektor Jasa Keuangan, Senin (3/11/2020).

Menurut Wimboh, modal besar dibutuhkan industri perbankan untuk membeli dan mengembangkan teknologi pelayanan kepada nasabah sehingga menghasilkan industri yang kompetitif dengan produk bervariasi, murah, serta memiliki kualitas bagus.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top