Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Sebelum dunia dilanda pandemi Covid-19, pusat perbelanjaan di Jakarta ramai dikunjungi. Ratusan pengunjung mal mencoba permainan Ice Skeating di Pondok Indah Mal Jakarta, Selasa (25/12/2019).  - BISNIS/YAY
Premium

Kunjungan Mal Diprediksi Rendah Sampai 2021, Bagaimana Nasib Emiten Ritel?

29 Oktober 2020 | 13:53 WIB
Masyarakat Indonesia diperkirakan belum akan sepenuhnya tertarik untuk kembali berkunjung ke mal atau pusat perbelanjaan, kendati proses vaksinasi dilakukan tahun depan. Lalu bagaimana dampaknya terhadap kinerja emiten di sektor ritel?

Bisnis.com, JAKARTA – Pusat perbelajaan atau mal diproyeksi masih sulit bangkit meski vaksin Covid-19 mulai diproduksi dan didistribusikan di Indonesia tahun depan.

Hal itu tercermin dalam riset yang dilakukan Inventures terhadap 629 responden yang tersebut di seluruh Indonesia pada periode Agustus-September 2020. 

Managing Partner Inventures Indonesia Yuswohady mengatakan hasil tersebut menunjukan bahwa mayoritas responden, atau sebesar 61,6 persen masih khawatir pergi ke mal.

Tingginya kekhawatiran konsumen belanja ke mal tersebut, kata Yuswohady, maka pekerjaan utama yang perlu dilakukan para pengelola mal sampai beberapa bulan ke depan adalah membangun customer confidence terkait cleanliness, healthiness, safety, and environment (CHSE). 

"Kemampuan dalam melakukan CHSE branding ini akan menjadi penentu bangkitnya bisnis mal pada 2021," ujarnya dalam konferensi pers Publikasi Pra-rilis Riset Consumer Megashift post Covid-19, dikutip Bisnis Rabu (28/10/2020).

Yuswohady menyarankan para tenant di mal terutama restoran terus mengoptimalkan layanan digital. Pasalnya, aplikasi digital di era setelah vaksin diproduksi akan semakin diminati.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top