Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Timah digunakan untuk penyambung logam. - Bloomberg / Waldo Swiegers
Premium

Saham TINS, Pemulihan Ekonomi China Bawa Kabar Baik Permintaan

29 Oktober 2020 | 05:08 WIB
Harga saham PT Timah Tbk. (TINS) perlahan menguat. Dalam 6 bulan perdagangan, perusahaan berada dalam tren naik dari Rp464 pada 29 April, menjadi Rp830 per lembar saham dalam perdagangan Selasa 27 Oktober 2020 atau menguat 78,87 persen.

Bisnis.com, JAKARTA - Tren penguatan harga komoditas timah global menjadi harapan PT Timah Tbk. (TINS) untuk mendorong kinerja bisnis sampai sisa akhir tahun ini.

Belum lagi saham-saham emiten komoditas baru-baru ini mendapat sorotan, setelah investor kawakan Lo Kheng Hong, menceritakan imbal ahsil investasinya menjulang dengan cuan besar dari lompatan harga saham di sektor komoditas.

Emiten PT Timah Tbk. (TINS) masuk dalam daftar saham favorit Lo Kheng Hong, bersama dengan emiten komoditas lainnya seperti PT Indika Energy Tbk. (INDY), hingga PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP).

Lo Kheng Hong menyebut komoditas menjadi salah satu sektor yang lebih cepat pulih setelah kondisi kembali normal.

Melansir Bloomberg, harga timah kontrak tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) berada di level US$ 18.270 per ton atau meningkat 6,37 persen (ytd). Harga ini perlahan pulih dari dampak resesi ketika pada pertengahan Maret lalu harga timah global jatuh ke kisaran level US$ 13.000 per ton.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top