Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pengunjung melintas di dekat Logo Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Premium

1 Tahun Jokowi-Ma'ruf: Seperti Apa Pasar Modal RI di Mata Asing?

21 Oktober 2020 | 15:20 WIB
Pasar modal Indonesia sepanjang tahun ini, secara kumulatif masih mencatatkan aksi net sell asing. Sentimen negatif pandemi Covid-19 dinilai menjadi salah satu penyebab utamanya. Namun apabila tanpa adanya pandemi Covid-19, masih menarikkah pasar modal RI di mata investor asing?

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 menjadi salah satu sentimen yang memporak-porandakan perekonomian nasional selama satu tahun masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Tak terkecuali di pasar modal.

Berbagai turbulensi terjadi di pasar modal Indonesia selama pandemi tersebut terjadi. Salah satunya, dapat terlihat dari fenomena berlariannya investor asing dari pasar modal Indonesia. Fenomena itu bahkan berkali-kali terjadi.

Data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan investor asing sepanjang periode berjalan 2020, membukukan jual bersih Rp47,108 triliun.

Kondisi itu berbalik dari tahun lalu yang mencatat, investor asing memborong saham di dalam negeri pada 2019. Kala itu, net buy atau beli bersih, tercatat menembus Rp49,19 triliun.

Selain, itu, apa yang terjadi di pasar modal Indonesia dari sisi investor asing tahun ini, seolah-olah juga mengulang kejadian pada 2017 dan 2018. Pada dua periode tersebut investor asing mencatatkan jual bersih dengan angka yang cukup besar.

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo mengatakan, apabila pandemi Covid-19 tidak terjadi maka Indonesia bisa menjadi salah satu emerging market terbaik di kawasan Asean. Indonesia pun memiliki daya tarik yang besar bagi investor asing.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top