Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petugas beraktivitas di pabrik pembuatan baja Kawasan Industri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (4/10/2019). - ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Premium

Mengukur Sentimen Positif Kinerja Saham Emiten Baja Nasional

20 Oktober 2020 | 20:19 WIB
Pekan lalu, harga saham sejumlah emiten baja mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Apa saja sentimen positif yang mengiringinya dan sampai kapan akan terjadi?

Bisnis.com, JAKARTA – Tren kenaikan harga baja dunia dan beberapa aturan pendukung dari pemerintah mengerek harga saham emiten baja nasional, beberapa waktu terakhir. Sampai kapan hal ini terjadi?

Awal bulan ini, harga saham PT Saranacentral Bajatama Tbk. melambung hingga batas auto reject atas (ARA). Hal itu membuat perusahaan tersebut dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan catatan Bisnis, saham perusahaan itu mengalami ARA pada 6-7 Oktober 2020. Bahkan, jika ditarik selama sebulan sebelumnya, saham emiten berkode BAJA itu sudah meroket hingga 96,3 persen.

Harga tertinggi terjadi pada 9 Oktober 2020, di level Rp128. Suspensi saham dilakukan pada 12 Oktober 2020, dan dibuka sehari kemudian. Per Selasa (19/10/2020), saham BAJA memang sudah turun ke posisi Rp100, tetapi secara year-to-date (ytd) masih naik 61,29 persen.

Dalam paparan publik insidentil secara daring yang digelar pada Kamis (15/10), Direktur Utama BAJA Handaja Susanto mengatakan lonjakan harga ini disebabkan tingginya ekspektasi investor terhadap performa perusahaan.

"Dengan adanya peraturan Pemerintah Indonesia mengenai importasi baja sehingga impor baja 2020 akan berkurang drastis, dan ini memberikan kesempatan pangsa pasar baja lokal meningkat, termasuk perseroan," paparnya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top