Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja melakukan pemeriksaan rutin jaringan instalasi pipa di wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak yang berkapasitas 377 megawatt (MW) milik Star Energy Geothermal, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman
Premium

Prospek Obligasi Hijau: Besar Permintaan daripada Pasokan

16 Oktober 2020 | 16:59 WIB
Penerbitan green bond secara global dapat mencapai US$350 miliar hingga US$400 miliar pada 2021, meningkat dua kali lipat dari tahun ini.

Bisnis.com, JAKARTA - Penerbitan obligasi hijau atau green bond dinilai sangat prospektif seiring dengan permintaan yang terus naik, tetapi sayangnya tidak diimbangi dengan pasokan memadai.

Asean program manager di Climate Bonds Initiative Cedric Rimaud mengatakan bahwa saat ini laju permintaan green bond telah melebihi pasokan yang ada. Hal itu terjadi seiring dengan semakin banyak investor global yang lebih memilih berinvestasi di aset-aset yang lebih ramah lingkungan.

Padahal, menurut dia, obligor korporasi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dapat memperoleh imbal hasil yang lebih rendah hingga 7 basis poin jika menerbitkan green bond.

Bahkan, imbal hasil bisa lebih rendah menjadi 15 basis poin jika green bond itu disertifikasi oleh Climate Bonds Initiative (CBI), sebuah organisasi nirlaba yang berupaya memobilisasi obligasi untuk solusi perubahan iklim.

Untuk diketahui, green bond adalah efek bersifat utang yang dana hasil penerbitannya digunakan untuk membiayai kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan (KUBL).

KUBL tersebut misalnya di sektor energi terbarukan atau efisiensi energi, pencegahan dan pengendalian polusi, green building, konservasi alam, pengendalian polusi dan adaptasi perubahan iklim, transportasi ramah lingkungan, dan aktivitas bisnis lainnya yang berwawasan lingkungan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top