Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Alat berat membersihkan area penimbunan batu bara. -  Bloomberg / Nicolo Filippo Rosso
Premium

Mengukur Prospek Bukit Asam (PTBA) Setelah Longsor Tambang Air Laya

13 Oktober 2020 | 12:53 WIB
Longsor pada kawasan tambang terbuka PT Bukit Asam Tbk. terjadi pada areal Air Laya Barat, Tanjung Enim, Sumatra Selatan.

Bisnis.com, JAKARTA – Konsensi tambang batu bara PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), tepatnya pada areal Air Laya Barat, Sumatra Selatan mengalami longsor pada 1 Oktober 2020.

Areal ini merupakan kawasan tambang terbuka. Dalam metode tambang terbuka perusahaan harus melakukan penggalian dan penimbunan sekaligus untuk mendapatkan batu bara. Dengan model ini, maka ketepatan tanggul dan lereng menjadi kunci kelangsungan operasional tambang.

Lereng dalam areal tambang terbuka mulai dari lereng tambang aktif, lereng timbunan batubara (stockpile), lereng timbunan tanah penutup, dan lereng bangunan seperti lereng jalan, lereng di sekitar bangunan, serta bendungan.

Dalam peristiwa longsor ini, satu pekerja operator alat berat dari sub kontraktor PT Bukit Asam masih belum ditemukan. Belum dijelaskan secara detail dari insiden tersebut. Kendati begitu kejadian kecelakaan itu telah dilaporkan kepada Inspektur Tambang.

Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Apolonius Andwie C. mengklaim tidak ada dampak yang signifikan dari peristiwa longsor tersebut.

"Sejauh ini tidak ada dampak signifikan pada produksi batu bara perusahaan," katanya saat dikonfirmasi Bisnis, Senin (12/10/2020).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top