Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Premium

Omnibus Law Berikan Karpet Merah untuk Holding Perusahaan Asing?

09 Oktober 2020 | 10:23 WIB
Kebijakan pembebasan pajak dividen dalam UU Cipta Kerja dinilai memberikan kenyamanan bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia. Kebijakan itu juga diperkirakan menjadi daya tarik holding perusahaan asing masuk ke RI. Mengapa?

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah pengamat menilai disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law bakal memperkuat arus investasi masuk, terutama dari investor asing. Salah satu dorongan itu muncul dari kebijakan pembebasan pajak dividen.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menyorot beberapa pasal dalam UU Cipta Kerja yang menurutnya berdampak langsung dan positif terhadap investasi pasar modal.

Undang Undang (UU) Cipta Kerja mengecualikan dividen dari objek pajak penghasilan (PPh) apabila diperoleh wajib pajak (WP) orang pribadi dalam negeri dan badan dalam negeri, sepanjang dividen tersebut diinvestasikan di Indonesia dalam jangka waktu tertentu.

Selanjutnya, pengecualian juga diberikan untuk dividen yang diperoleh dari perusahaan di luar negeri dan diinvestasikan kembali di Indonesia paling sedikit 30 persen.

Dalam hal ini, Rudiyanto coba membandingkan tarif pajak final atas dividen sebelum dan sesudah adanya omnibus law. Untuk WP orang pribadi, pajak final turun dari 10 persen menjadi 0 persen.

Selanjutnya, WP badan juga turun dari 15 persen menjadi 0 persen. Adapun, subjek pajak luar negeri tetap 20 persen karena ini hanya berlaku untuk orang pribadi dan badan dalam negeri.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top