Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Wartawan menghadiri jumpa pers yang digelar oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Food TBK terkait PT Induk Beras Unggul (IBU) pada kasus beras oplosan, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (25/7/2017). - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Premium

Asa AISA, Produsen Snack Taro yang Berjuang Bertahan Hidup

07 Oktober 2020 | 17:57 WIB
Saham AISA meningkat dengan cepat tidak lama setelah suspensinya dibuka oleh Bursa Efek Indonesia. Kasus hukum yang menjerat perseroan sejak 2017 membuat AISA tertatih-tatih untuk menjaga nafas bisnisnya agar tetap hidup. Kini, perseroan bersiap untuk menambah modal melalui private placement dan rights issue.

Bisnis.com, JAKARTA — Siapa yang tidak kenal dengan snack Taro? Makanan ringan ini sudah populer sejak era tahun 1980-an hingga saat ini, sehingga menjadikannya salah satu merek makanan ringan yang paling terkenal di Indonesia. Selain karena rasanya yang memang enak, snack ini juga mudah ditemukan di banyak gerai mini market.

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa nasib snack ini seperti berada di ujung tanduk dalam beberapa tahun terakhir. Alasannya, induk usaha produsen snack ini, yakni PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. atau TPS Food terjerat kasus yang menekan bisnisnya selama bertahun-tahun, bahkan terancam pailit.

Alasan jatuhnya bisnis TPS Food bukan karena snack Taro. Justru, makanan ringan ini menjadi lini bisnis yang masih bisa diandalkan perusahaan sehingga masih bisa bertahan di tengah tekanan bisnisnya. Bisnis TPS Food terpuruk karena bisnis beras.

Akhir-akhir ini, nama TPS Food, atau yang lebih dikenal dengan kode sahamnya di Bursa Efek Indonesia yakni AISA, kembali ramai diperbincangkan di kalangan pelaku pasar modal.

Hal ini terutama karena suspensi atau penghentian sementara atas transaksi sahamnya kembali dibuka oleh BEI pada Senin, 31 Agustus 2020 lalu. Suspensi ini dibuka setelah saham AISA dibekukan sejak 5 Juli 2018, atau mencapai lebih dari 2 tahun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top