Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Premium

PROSPEK IHSG: Rekomendasi Saham-Saham Defensif

01 Oktober 2020 | 14:27 WIB
Sejumlah analis merekomendasikan saham-saham defensif sebagai investasi pilihan pada kuartal IV/2020.

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai bangkit dari keterpurukan akibat rentetan gejolak selama pandemi Covid-19. Saham defensif diprediksi mampu membawa indeks lewati badai dengan parkir di atas 5.000 pada pengujung 2020.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup dengan koreksi 0,19 persen ke level 4.870,039 pada Rabu (30/9/2020) atau sesi terakhir kuartal III/2020.

Rapor penurunan IHSG 22,69 persen secara year to date (ytd) hanya berada dua peringkat di atas bursa Singapura dan Filipina yang berada di posisi buncit untuk kawasan Asia Pasifik periode berjalan 2020.

IHSG harus menghadapi sederet tekanan khususnya pada September 2020. Kabar negatif silih berganti datang selama bulan kesembilan mulai dari PSBB DKI Jakarta Jilid II, FinCEN Files, hingga kabar kepastian resesi yang datang lebih awal.

Kendati demikian, IHSG mampu unjuk gigi dalam 6 bulan terakhir dengan naik 7,14 persen ke level 4.545,57. Kapitalisasi pasar mengembang Rp414,85 triliun dari Rp5.247,64 pada akhir Maret 2020 menjadi Rp5.662,49 akhir kuartal III/2020.

Sepanjang 6 bulan terakhir, 9 dari 10 indeks saham sektoral mampu mencetak return positif. Sektor saham pertanian serta sektor saham industri dasar memimpin dengan kenaikan masing-masing 22,51 persen dan 22,27 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top