Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Jumat (5/4/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Premium

PROSPEK SAHAM SUSPENSI: Antara Ekspektasi Tinggi dan Aksi Spekulasi

29 September 2020 | 02:59 WIB
Investor disarankan cermat dalam mengoleksi emiten dengan volatilitas tinggi.

Bisnis.com, JAKARTA — Spekulasi para pelaku pasar terhadap prospek kinerja keuangan membuat harga saham sejumlah perusahaan dianggap melaju terlalu kencang sehingga harus disuspensi oleh otoritas Bursa Efek Indonesia.

Investor disarankan cermat dalam mengoleksi emiten dengan volatilitas tinggi.

Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham sejumlah emiten lantaran peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Sepanjang Agustus 2020—September 2020, ada enam emiten yang terkena suspensi akibat harga saham naik signifikan.

PT Soho Global Health Tbk. (SOHO) menjadi yang paling anyar. BEI memutuskan penghentian sementara perdagangan saham produsen Imboost itu mulai 22 September 2020 meski kemudian dibuka kembali hari berikutnya 23 September 2020.

SOHO melakukan pencatatan saham perdana di BEI pada 8 September 2020 dengan harga pelaksanaan Rp1.820. Dalam waktu singkat, harga saham sempat melejit hingga 643,7 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top