Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Kilang minyak di Guymon, Oklahoma, Amerika Serikat.  - Angus Mordant/Bloomberg
Premium

Harga Minyak Tergelincir, Bagaimana Nasib Emiten Migas?

29 September 2020 | 08:51 WIB
Awan hitam masih menyelimuti pasar minyak mentah dunia. Pandemi Covid-19 menjadi sentimen yang menghantui komoditas itu. Lalu bagaimana dampak dan prospeknya terhadap emiten migas Indonesia?

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak dunia makin tergelincir. Kenaikan kasus infeksi baru virus corona atau Covid-19 dan banjir pasokan minyak membuat harga terus tertekan.  Lantas bagaimana nasib emiten-emiten sektor komoditas minyak dan gas di Tanah Air?

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (29/9/2020), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2020 turun 0,10 persen ke level US$40,45 per barel pada New York Mercantile Exchange hingga pukul 09.08 waktu Singapura.

Selain itu, harga minyak Brent untuk kontrak bulan November 2020 terpantau turun 0,0,5 persen pada harga US$42,31 per barel pada bursa berjangka Eropa ICE. Sebelumnya, minyak Brent turun 2 sen pada penutupan perdagangan pekan lalu.

Untuk minggu ini, minyak mentah WTI merosot 2,6 persen berdasarkan kontrak bulan depan. Adapun harga minyak Brent tergelincir hampir 2,9 persen.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak, pada Minggu lalu mengatakan permintaan minyak dunia akan terkoreksi 10 persen pada 2020 dan pemulihan harga akan terjadi secara bertahap dan dalam jangka waktu panjang.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top