Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Premium

Emiten Pailit, Bagaimana Nasib Investor Saham?

28 September 2020 | 10:59 WIB
Jumlah emiten yang terbelit perkara pailit atau Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terus bertambah. Bagaimana nasib investor sahamnya?

Bisnis.com, JAKARTA – Bulan lalu, PT Hanson International Tbk. dinyatakan pailit setelah tidak mampu mencapai kesepakatan perdamaian dengan para krediturnya di pengadilan. Lalu, bagaimana nasib para investor sahamnya dari sisi hukum kepailitan?

Hanson International bukanlah emiten pertama yang dinyatakan pailit. Pada 2013, perkara pailit PT Dayaindo Resources International Tbk. menjadi perhatian publik.

Bukan hanya karena besarnya utang yang terkait dengan perusahaan energi itu, tetapi juga karena Direktur Utama perusahaan berkode saham KARK itu mengakhiri hidupnya hanya beberapa hari sebelum tenggat pembayaran utang.

Perkara kepailitan lain yang juga memicu 'keributan' di publik adalah yang melibatkan PT Cipaganti Citra Graha Tbk. pada 2017. Kisah pailit perusahaan dengan kode saham CPGT, yang kemudian bersalin nama menjadi PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk., tersebut memiliki beberapa kesamaan dengan Hanson International.

Cipaganti, pengelola bisnis transportasi yang cukup ternama di Jawa Barat dan Jakarta, awalnya tersangkut perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada 2014. PKPU ini dipicu dugaan penipuan dan penggelapan dana oleh petinggi Cipaganti yakni Andianto Setiabudi sejak 2008.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top