Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS. - Bloomberg
Premium

Masihkah Ada Harapan untuk Emas Kembali Berkilau?

24 September 2020 | 15:13 WIB
Sejumlah pertanyaan muncul dari kalangan investor, menilik pergerakan terbaru harga emas yag terus menurun. Pasalnya terdapat sejumlah sentimen hingga akhir tahun yang bisa menekan atau justru mengerek harga logam mulia tersebut.

Bisnis.com, JAKARTA – Dalam sepekan terakhir, pergerakan harga emas membuat para investor bertanya-tanya. Apakah penurunan harga komoditas itu akan terjadi sejenak untuk naik kembali atau justru berlanjut menurun.

Pada medio Agustus lalu, harga emas sempat terus meroket dan beberapa kali menembus rekornya. Kala itu, harga emas sempat mencapai US$$2.075 per ounce pada awal Agustus.

Hal itu tak lepas dari sentimen yang muncul akibat melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Polemik mengenai stimulus ekonomi guna penanganan Covid-19, di Negeri Paman Sam menjadi pendorong utama dari amblasnya nilai tukar dolar AS dan meroketnya emas sebagai aset safe haven.

Namun memasuki akhir September, emas mulai tak lagi menunjukkan giginya. Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (24/9/2020) harga emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2020 terpantau melemah 0,48 persen atau 9,0 poin ke level US$1.859,40 per troy ounce pada pukul 14.11 WIB.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top