Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja menata kelapa sawit saat panen di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2020). Badan Litbang Kementerian ESDM memulai kajian kelayakan pemanfaatan minyak nabati murni (crude palm oil/CPO) untuk pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) hingga Desember 2020. Bisnis - Arief Hermawan P
Premium

Siap-Siap, Emiten Perkebunan Bakal Raup Berkah

22 September 2020 | 10:28 WIB
Emiten perkebunan Indonersia berpotensi memperoleh keuntungan pada paaruh kedua 2020 setelah harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menunjukkan tren yang menjanjikan.

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terus menunjukkan tren positifnya setelah sempat terjungkal pada semester I/2020. Hal ini pun menjadi berkah bagi emiten perkebunan Indonesia.

Angin segar bagi emiten perkebunan itu muncul seiring dengan kenaikan harga minyak sawit berjangka yang telah menembus 3.100 ringgit per ton.

Berdasarkan data bursa Malaysia, pada perdagangan Selasa, (22/9/2020) hingga pukul 9.55 WIB harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk kontrak teraktif, Desember 2020, berada di posisi 2.984ringgit per ton, turun 23 poin dari hari sebelumnya.

Dalam hal ini, harga telah berbalik melemah, setelah pada pertengahan perdagangan sempat menyentuh level 3.104 ringgit per ton, level tertinggi dalam 9 bulan terakhir.

Namun demikian, harga CPO masih mencatatkan kinerja cukup impresif dengan berhasil meroket hingga 50 persen sejak menyentuh level terendahnya 1.946 ringgit per ton pada Mei 2020 akibat sentimen pandemi Covid-19.

Adapun, sepanjang tahun berjalan 2020 harga CPO masih mencatatkan koreksi sebesar 3,9 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top