Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Setumpuk biji kopi di sebuah fasilitas di Jacutinga, negara bagian Minas Gerais, Brasil. Rodrigo Capote - Bloomberg
Premium

Hambatan Ekspor Ke Uni Eropa jadi Pukulan Ganda untuk Kopi Tanah Air

21 September 2020 | 11:30 WIB
Posisi Indonesia sebagai salah satu produsen dan eksportir kopi global berpotensi mengalami tekanan yang besar akibat negatifnya kondisi di pasar dunia, baik untuk kopi robusta maupun arabika.

Bisnis.com, JAKARTA – Para pelaku usaha kopi Indonesia, terutama eksportir harus siap menghadapi beragam tekanan. Tak hanya berkaitan dengan pandemi Covid-19, tetapi juga ancaman hambatan dagang baru ke negara mitra dagang utama, yakni Uni Eropa (UE).

Adapun, hambatan dagang tersebut berbentuk nontarif. Pasalnya, berdasarkan kesepakatan negara anggota Uni Eropa pada 18 Februari 2020, semua bahan makanan yang diimpor harus memenuhi ketentuan batas kandungan chlorpyrifos & chlorpyrifos-methyl.

Seperti dikutip dari laman Komisi Eropa, Senin (21/9/2020), chlorpyrifos & chlorpyrifos-methyl  adalah insektisida yang digunakan untuk mengendalikan hama serangga pada berbagai tanaman. Chlorpyrifos-Methyl juga digunakan untuk mengolah biji-bijian sereal yang disimpan dan gudang kosong.

Ketua Bidang Kopi Speciality dan Industri Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEIKI) Moelyono Soesilo mengatakan ketentuan itu akan menjadi hambatan bagi ekspor kopi Tanah Air. Baik jenis robusta maupun arabika.

“Di ketentuan yang lama, batas atas kandungan chlorpyrifos & chlorpyrifos-methyl yang ditentukan adalah 0,05 mg/kg. Sekarang diturunkan jadi 0,01 mg/kg. Persoalannya di sentra-sentra kopi di Indonesia saat ini, belum tersedia laboratorium yang dapat meneliti kandungan itu,” katanya kepada Bisnis, Senin (21/9/2020).

Dia menjelaskan, apabila pemerintah tidak segera turun tangan, maka produk kopi Indonesia yang dikirim ke UE dapat disetop. Adapun, ketentuan itu mulai berlaku pada 13 November 2020. Dengan demikian, pengiriman kopi untuk kontrak November yang mulai dikapalkan pada akhir Oktober berpeluang terganggu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top