Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Kantor pusat PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). - Bloomberg / Dimas Ardian
Premium

Mengukur Valuasi Premium Bank Central Asia (BBCA)

18 September 2020 | 08:15 WIB
Bloomberg melaporkan sebagian besar analis masih merekomendasikan beli untuk saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Namun 3 lainnya merekomendasikan jual. Berapa target harganya?

Bisnis.com, JAKARTA – Meski tercatat menguat pada perdagangan terakhir, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) masih menjadi sasaran jual investor asing. Ke mana arah saham BBCA selanjutnya?

Berdasarkan data Bloomberg, pada Kamis (17/9/2020) saham BBCA mengalami penguatan tipis sebesar 0,09 persen atau 25 poin ke harga Rp28.775 per saham. Peningkatan harga BBCA ini memutus rantai koreksi yang terjadi pada 2 hari sebelumnya.

Saham BBCA bergerak volatil setidaknya sejak akhir pekan lalu ini, seiring dengan koreksi dalam yang dialaminya. BBCA sempat menyentuh ambang batas auto rejection bawah (ARB) koreksi 7 persen pada perdagangan Kamis (10/9/2020).

Kala itu, BBCA mengalami koreksi sebesar 6,97 persen ke harga Rp29.050 per saham. Diskon besar-besaran BBCA ini terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terkoreksi lebih dari 5 persen sehingga BEI memberlakukan trading halt atau jeda perdagangan.

Selanjutnya penurunan IHSG dipicu oleh pengumuman Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota. Pasar seketika rontok kehilangan Rp300 triliun kapitalisasinya dalam sehari.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top