Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Kondisi hutan Tumpang Pitu Banyuwangi yang menjadi area konsensi tambang emas oleh PT Bumi Suksesindo yang merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). JIBI - Bisnis/Peni Widarti
Premium

Tambang Emas Sandiaga Uno-Boy Thohir (MDKA) Longsor, ke Mana Arah Sahamnya?

16 September 2020 | 20:54 WIB
Pemegang saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) adalah Garibaldi Thohir (8,2 persen), Pemda Kabupaten Banyuwangi (5,22 persen), Saratoga Investama (19,13 persen), Suwarna Arta Mandiri (6,33 persen), Mitra Daya Mustika (13,46 persen). Tiga nama terakhir tergabung dalam konglomerasi Saratoga milik Sandiaga Uno dan putra-putri pendiri Astra.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) tengah menghadapi sentimen negatif setelah mengumumkan terjadinya keretakan heap lach pad di tambang Tujuh Bukit, Banyuwangi sehingga terjadi longsor.

Keretakan itu membuat sebagian dari bijih emas yang ditumpuk pada bagian depan mengalami longsor. Dampak dari dorongan material menyebabkan kerusakan terhadap pipa dan pompa heap leach operation.

Metode heap leaching merupakan teknik pertambangan untuk memisahkan emas dari batuan lainnya. Metode ini biasanya dengan menyemprotkan sianida pada bijih yang mengandung emas. Aliran cairan emas ini akan dipompa menuju pabrik untuk memisahkan emas dengan cairan. Setelah dicampur dengan air, sianida ditempatkan di area khusus dan akan digunakan secara terus menerus dengan sistem pengawasan secara ketat.

Manajemen menyebutkan akibat insiden ini tidak ada kerugian berupa hanyutnya bijih emas. Demikian juga dengan potensi kerugian material, karena kawasan ini telah memanfaatkan asuransi untuk mengelola risiko. Namun, terdapat potensi penundaan pendapatan dan berkurangnya arus kas selama pembenahan.

Atas pengumuman ini, maka saham MDKA pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (16/9/2020) mengalami longsor. Meski tidak menyentuh auto rejection bawah (ARB),  saham MDKA anjlok 5,25 persen ke harga Rp1.530 per saham. Level harga ini menjadi yang terendah dalam hampir 2 bulan terakhir. Padahal, sebelumnya MDKA sedang menikmati sentimen positif dari rekor harga emas dunia.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top