Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Chairman Berkshire Hathaway Inc. Warren Buffett (tengah) memakan es krim Dairy Queen, yang sahamnya dimiliki Berkshire Hathaway, di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Berkshire Hathaway di Omaha, Nebraska, AS, Sabtu (4/5/2019). - Bloomberg/Houston Cofield
Premium

Warren Buffett Belanja Saham IPO Snowflake, Apa Istimewanya?

14 September 2020 | 13:41 WIB
Warren Buffett dalam sejarah investasinya meminta perusahaan terlebih dahulu menunjukkan kinerjanya sebelum memutuskan berinvestasi. Apa istimewa IPO kali ini sehingga terjadi perubahan kebijakan investasi?

Bisnis.com, JAKARTA – Investor kawakan Warren Buffett kembali membuat keputusan mengejutkan di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. Perusahaan investasi miliknya, Berkshire Hathaway Inc. akan berpartisipasi dalam initial public offering (IPO) untuk pertama kalinya sejak 1956.

Laporan yang dipublikasikan menunjukkan terakhir kali Buffett berpartisipasi dalam IPO adalah saat dia membeli saham perusahaan otomotif Ford. Waktu itu Amerika Serikat masih dipimpin oleh Dwight Eisenhower, pendahulu Richard Nixon. Waktu itu, sistem mata uang negara tersebut bahkan masih menggunakan Gold Standard.

Setelah puasa puluhan tahun, kali ini Buffett akan berpartisipasi dalam IPO Snowflake, perusahaan teknologi yang berbasis di San Mateo, California. Berkshire akan membelanjakan sekitar US$250 juta untuk masuk ke perusahaan itu lewat IPO. Buffett juga akan membeli 4 juta saham tambahan dari pemegang saham lainnya.

Dikutip dari Bloomberg, dengan dua transaksi tersebut, nilai saham Buffett di perusahaan tersebut diperkirakan akan mencapai US$600 juta atau sekitar 2,5 persen. Hal ini diasumsikan atas perkiraan nilai harga IPO adalah US$80 per saham.

IPO perusahaan tersebut akan dilakukan pada 16 September 2020 waktu setempat. Snowflake akan menjual 28 juta saham dan menargetkan dapat meraup dana segar lebih dari US$2 miliar. Selain oleh Buffett, IPO perusahaan ini juga akan diikuti pemain utama teknologi lainnya Salesforce.com Inc., yang dimiliki Marc Russell Benioff. Perusahaan akan membeli saham senilai US$250 juta.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top