Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Sebuah jalan yang mleintasi perkebunan kelapa sawit di Kalimantan, Indonesia. Fotografer: Dimas Ardian  -  Bloomberg
Premium

Komoditas Andalan Indonesia Terancam Terganggu La Nina, Apa Saja?

11 September 2020 | 09:52 WIB
Adanya anomali cuaca berupa La Nina membuat beberpa komoditas perkebunan andalan ekspor Indonesia berpeluang mengalami gangguan produksi.

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah komoditas perkebunan andalan ekspor Indonesia seperti produk kelapa sawit dan kopi berpeluang mengalami kendala produksi akibat adanya fenomena La Nina yang melanda Indonesia.

Pada awal bulan lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami peningkatan curah hujan mulai Oktober 2020. Hal itu tak lepas dari adanya anomali cuaca La  Nina yang akan menghampiri Indonesia hingga akhir paruh kedua tahun ini.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebutkan bahwa La Nina berkaitan dengan lebih dinginnya muka laut di Samudera Pasifik ekuator dan lebih hangatnya muka laut wilayah Indonesia. Perbedaan suhu muka laut itu mempengaruhi perbedaan tekanan udara di atasnya dan pergerakan massa udara.

Tak hanya La Nina, Indonesia juga berpotensi dihampiri oleh fenomena cuaca Indian Ocean Dipole (IOD). Di Samudra Hindia, pemantuan terhadap anomali suhu muka laut menunjukkan kondisi IOD negatif (indeks IOD= -0.47).

IOD negatif menandakan suhu muka laut di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra lebih hangat dibandingkan suhu muka laut Samudra Hindia sebelah timur Afrika.

Hal ini juga menambah suplai uap air dan meningkatkan potensi peningkatan curah hujan, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian barat. Kondisi IOD negatif ini berpeluang bertahan hingga akhir tahun 2020.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top