Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pada perdagangan Rabu (10/9) IHSG sempat mengalami trading halt dan ditutup anjlok 5,01% atau 257,91 poin menjadi 4.891,46. - Bisnis/Himawan L Nugraha
Premium

IHSG Melorot, Kekayaan 4 Konglomerasi Penghuni 10 Big Caps Longsor Rp41 Triliun

10 September 2020 | 19:06 WIB
Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga lebih dari 5 persen pada Kamis (10/9/2020), turut menyeret kekayaan 4 konglomerasi pemilik emiten-emiten berkapitalisasi jumbo. Siapa saja yang jatuh paling dalam?

Bisnis.com, JAKARTA — Kekayaan 4 konglomerasi penghuni 10 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) melorot Rp41,71 triliun dalam sehari, seiring dengan longsornya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga lebih dari 5 persen pada sesi perdagangan Kamis (10/9/2020).

IHSG yang merah padam ditengarai akibat sentimen negatif dari pengumuman kembali diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta mulai pekan depan.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, 4 konglomerasi penghuni 10 saham big caps di BEI harus rela sahamnya berakhir di zona merah. Dari empat konglomerasi ini, Grup Djarum menjadi yang paling nelangsa.

Kekayaan konglomerasi yang memiliki 54,94 persen saham di PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) itu menyusut Rp29,46 triliun. Pasalnya, harga saham BBCA jatuh 6,97 persen ke posisi Rp29.050 pada Kamis (10/9), dari posisi sehari sebelumnya yang sebesar Rp31.225.

Pukulan juga dirasakan Grup Salim. Menurunnya harga saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), produsen mi instan Indomie yang berada di bawah naungan grup tersebut, sebesar 2,92 persen bikin kekayaan Grup Salim susut sekitar Rp2,8 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top