Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Sejumlah pengunjung melihat barang-barang yang dijual dengan harga diskon di sebuah pusat perbelanjaan di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/12/2019).  - ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Premium

Kembalinya Awan Kelabu Emiten Ritel

10 September 2020 | 18:51 WIB
Kendati belum sepenuhnya merasakan adanya pemulihan daya beli dan konsumsi oleh masyarakat, para emiten ritel mau tak mau harus menghadapi kenyataan tekanan 'baru tapi lawas', yakni penerapan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Bisnis.com, JAKARTA – Sempat berharap adanya pemulihan konsumsi dari mulai dilonggarkannya kebijakan karantina pandemi Covid-19, kini sejumlah emiten di sektor ritel harus kembali menghadapi nasib buruk.

Hal itu terjadi setelah pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. Kebijakan ini tentu akan mengancam kegiatan usaha, terutama di sektor ritel.  Pasalnya, toko-toko atau pusat perbelanjaan dibatasi jam operasionalnya. Begitu juga mobilitas masyarakat yang diharapkan sebagai konsumen menjadi terbatas.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan kondisi pusat perbelanjaan dalam PSBB total yang akan diberlakukan pada 14 November akan lebih terpuruk dari pada PSSB sebelumnya.

"Karena PSBB kalinya didahului PSBB transisi yang mana kondisi ekonomi masih belum pulih sama sekali," kata Alphonzus saat dihubungi Bisnis Kamis (10/9/2020).

Dia mengatakan kondisi pusat perbelanjaan selama masa PSBB transisi masih belum pulih dan masih dalam keadaan terpuruk. Apabila terkena PSBB total kembali makan akan semakin terpuruk.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top