Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Sejumlah tenaga kesehatan melengkapi Alat Pelindung Diri (APD) ketika bersiap untuk melakukan tes usap di Pekanbaru, Riau, Kamis (3/9/2020). Satgas COVID-19 menilai perlunya pembatasan jam kerja dokter serta tenaga kesehatan COVID-19 untuk menghindari kelelahan yang mengakibatkan rentan tertular virus tersebut. - ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Premium

Raksasa Tekstil Indonesia Genjot Ekspor APD, Bagaimana Prospek Sahamnya?

09 September 2020 | 11:58 WIB
Ekspor Alat Pelindung Diri (APD) dan masker menggeliat setelah larangan ekspornya dicabut. Bagaimana pengaruhnya terhadap pergerakan saham emiten tekstil dan garmen yang menjadi produsen alat kesehatan ini?

Bisnis.com, JAKARTA — Keputusan pemerintah mencabut larangan ekspor alat kesehatan per 30 Juni 2020, menjadi sentimen cerah bagi sejumlah pelaku industri. Terutama, bagi perusahaan tekstil produsen Alat Pelindung Diri (APD) dan masker yang sejak sebulan sebelumnya mengeluhkan rendahnya serapan dalam negeri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor APD menyentuh angka US$571.190 sepanjang Juli 2020, naik 72,21 persen dari nilai ekspor US$331.680 sepanjang Juni. Belanda, Jepang, Belgia, AS, hingga Italia menjadi negara-negara yang mengantre pasokan APD dari produsen Indonesia.

Pada saat bersamaan, ekspor masker juga menggeliat. Total penjualan masker bedah ke luar negeri mencapai US$395.470 pada periode yang sama, jauh melampaui penjualan sebesar US$1.937 sebulan sebelumnya. Singapura, India, Hong Kong, dan Thailand menjadi tujuan terdepan.

Sementara itu, AS lebih mendominasi sebagai negara tujuan ekspor masker non bedah. Meski total ekspor masker jenis ini turun 42,19 persen pada Juli, kebutuhan Negeri Paman Sam yang nilainya mencapai US$5,18 juta tak bisa dipandang sebelah mata.

Khusus bagi emiten tekstil dan garmen seperti PT Pan Brothers Tbk. (PBRX) dan PT Sri Rejeki Isman Tbk. alias Sritex (SRIL), terbukanya keran impor juga jadi momentum penting. Pasalnya, kedua emiten tekstil ini baru saja di dihantam sentimen negatif akibat rilis lembaga pemeringkatan Moody’s.

Pada awal Juli 2020, Moody’s memasang outlook negatif untuk PBRX. Mereka memangkas Corporate Family Rating (CFR) perseroan dari B2 menjadi B3.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top