Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
(Dari kiri) Presiden Direktur PT Saratoga Investama Sedaya Tbk Michael W. P Soeryadjaya, Direktur Keuangan Lany Djuwita, dan Presiden Komisaris PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Edwin Soeryadjaya (baru merah)
Premium

Saat Saratoga & Boy Thohir Untung Besar Jual Merdeka Copper (MDKA)

04 September 2020 | 06:58 WIB
Tiga dari lima pemegang saham di atas 5 persen perusahaan tambang emas, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), dimana termasuk Saratoga milik Sandiaga Uno, menjual sebagian sahamnya ketika harga saham melejit tinggi. Berapa nilai penjualan itu?

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas dunia yang memanas hingga tembus US$2.063 per troy ounce di pasar pada 6 Agustus 2020 menurut data Bloomberg menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Nilai jual di pasar spot itu kemudian mendingin secara sehat setelah sejumlah pihak merealisasikan keuntungannya. Akibatnya rekor harga ini perlahan longsor menyentuh US$1.911 per troy ounce pada 11 Agustus 2020.

Emas kemudian kembali masuk ke zona hijau setelah harganya kembali menanjak dalam grafik pita cacing dan menyentuh US$2.002 per troy ounce pada 18 Agustus untuk kemudian melemah lagi pada hari perdagangan berikutnya, 19 Agustus menjadi US$1.928.

Nilai jual di pasar spot ini kemudian kembali bangkit dan menyentuh US$1.967 pada perdagangan 31 Agustus 2020. Dan menjadi US$1.941 dalam perdagangan Kamis (3/9/2020).

Secara tahun berjalan emas telah mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada awal tahun emas diperdagangkan pada level US$1.532,1 per troy ounce. Atau secara year to date emas sudah mengalami peningkatan sekitar 26 persen lebih.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top