Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
PT Bank Pembangunan Daerah Banten (BEKS). - Dok. Bank Banten
Premium

Mati-matian Menjaga Bank Banten (BEKS)

28 Agustus 2020 | 16:29 WIB
Pemerintah Provinsi Banten memilih melakukan injeksi modal pada PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS) dibandingkan melanjutkan aksi merger yang sudah ditandatangani dengan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Banten (BJBR) sebelumnya yang disebut di hadapan Presiden Joko Widodo pada kuartal II/2020 lalu.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS) menyiapkan tiga aksi korporasi sekaligus yang akan dimintai persetujuan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 2 Oktober 2020 mendatang.

Aksi ini berupa penggabungan nilai saham perseroan (reverse stock) yang diikuti dengan Penambahan Modal melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI dan VII. Aksi ini dilakukan dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Rencana rights issue ini sejatinya sudah ditegaskan sejak awal tahun ini. Perseroan mengumumkan rencana menggelar PUT VI senilai Rp500 miliar pada Juni 2020 dan PUT VII senilai Rp700 miliar pada akhir 2020 atau paling lambat awal 2021.

Dalam keterangannya kepada bursa, reverse stock saham BEKS menggunakan rasio 10:1. Artinya setiap 10 pemegang saham lama akan memiliki 1 lembar saham baru dengan nominal hasil penggabungan.

Dengan aksi ini, maka nominal saham seri A yang semula Rp100 dapat menjadi Rp1.000 per lembar dan saham seri B yang semula Rp18 dapat menjadi Rp180 per lembar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top