Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Premium

Pemerintah Gencar Terbitkan SBN Tambal Defisit APBN, Bagaimana Penyerapan Pasar?

18 Agustus 2020 | 07:10 WIB
Kebutuhan pembiayaan utang pemerintah yang sebagian akan dilakukan melalui lelang SBN dinilai akan membuat pasokan surat utang tetap melimpah di pasar.

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar diyakini masih akan mampu menyerap surat berharga negara atau SBN kendati pasokan diproyeksi melimpah seiring dengan rencana pemerintah untuk kembali menambal defisit anggaran 2021 melalui lelang instrumen tersebut.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan bahwa kebutuhan pembiayaan utang pemerintah yang sebagian akan dilakukan melalui lelang SBN dinilai akan membuat pasokan surat utang tetap melimpah di pasar.

Namun, proyeksi pasokan SBN itu diyakini masih dapat diserap oleh pasar kendati kondisi masih cukup bergejolak akibat pandemi Covid-19 dan membuat porsi asing kurang dari 30 persen, dibandingkan dengan kondisi normal di kisaran 38 persen.

Hal itu mengingat instrumen aman dan terjamin seperti SBN masih dibutuhkan banyak lembaga keuangan, termasuk dana pensiun, perbankan, asuransi, dan reksa dana.

“Suplai memang akan banyak, tetapi masih akan bisa terserap kok. Pasar kita juga cukup terbukti tetap bertahan kendati sampai saat ini masih didominasi oleh investor domestik,” ujar Ramdhan kepada Bisnis, Senin (17/8/2020).

Ramdhan mengatakan bahwa jika pasar obligasi berhasil stabil maka dengan sendirinya investor asing akan kembali masuk ke dalam negeri.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top