Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Fokus RAPBN 2021 ke Sektor TIK, Katalis untuk Emiten Telekomunikasi?
Lihat Foto
Premium

Fokus RAPBN 2021 ke Sektor TIK, Katalis untuk Emiten Telekomunikasi?

Dalam Nota Keuangan RAPBN 2021 pemerintah merencanakan penyiapan anggaran senilai Rp30,5 triliun untuk pembangunan sektor teknologi komunikasi dan informasi (TIK) pada 2021.
Asteria Desi, Dhiany Nadya U. & Yustinus Andri
Asteria Desi, Dhiany Nadya U. & Yustinus Andri - Bisnis.com
14 Agustus 2020 | 19:21 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah baru saja mengumumkan kebijakan anggaran baru yang akan dieksekusi pada 2021. Pembangunan teknologi komunikasi dan informasi, menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam Nota Keuangan 2021.

Seperti diketahui, pemerintah merencanakan penyiapan anggaran senilai Rp30,5 triliun untuk pembangunan sektor teknologi komunikasi dan Informasi (TIK) pada 2021.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam dalam sidang tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI, Jumat (14/8/2020).

Jokowi mengatakan total anggaran tersebut difokuskan untuk beberapa hal. Pertama, mengakselerasi transformasi digital untuk penyelenggaraan pemerintahan.

Kedua, mewujudkan pelayanan publik yang efisien dan cepat, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan; mengonsolidasi dan mengoptimasi infrastruktur dan layanan bersama.

Ketiga, mewujudkan inklusi masyarakat di wilayah prioritas pembangunan dan mendorong kesetaraan dengan tambahan akses internet pada sekitar 4.000 desa dan kelurahan di daerah terdepan, terpencil dan tertingal (3T).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top