Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Seorang pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit di dalam sebuah pabrik minyak sawit di Sepang, di luar Kuala Lumpur, Malaysia.  -  REUTERS / Samsul Said
Premium

Mampukah Harga CPO Tembus Rekor Awal Tahun?

13 Agustus 2020 | 18:13 WIB
Pergerakan harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) terus mencuri perhatian para pelaku pasar, setelah sempat mengalami penurunan tajam pada pertengahan semester I/2020. Lalu apakah harga komoditas ini dapat terus melanjutkan tren positifnya?

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) tengah menikmati masa kebangkitannya setelah tertekan dari awal tahun hingga titik terendahnya pada Mei 2020.

Seperti diketahui, sejak mencapai level tertingginya pada tahun ini, yakni menembus 3.314 ringgit Malaysia per ton pada Januari 2020, harga CPO di Bursa Derivatif Malaysia terus mencatatkan penurunan harga hingga Mei 2020.

Kala itu, harga CPO sempat merosot hingga ke level 1.946 ringgit Malaysia per ton. Namun sejak itu, harga komoditas andalan ekspor RI ini secara umum terus mengalami kenaikan.

Adapun, harga CPO di Bursa Derivatif Malaysia untuk pengiriman Oktober pada Kamis (13/8/2020) mencapai 2.718 ringgit Malaysia per ton. Capaian itu naik 30 poin dari hari sebelumnya.

Sejumlah analis mengatakan hal itu tak lepas dari penurunan produksi di dua negara produsen utama sawit dunia yakni Indonesia dan Malaysia. Terlebih adanya perkiraan meningkatnya intensitas hujan, sehingga bakal mengganggu produksi nasional.

Analis Central Capital Futures Wahyu Laksono mengatakan selain adanya penurunan produksi, kenaikan harga sawit juga didorong oleh pembukaan dan pemulihan kembali perekonomian global. Selain itu ada pula dukungan dari sentimen positif global terkait stimulus di berbagai negara.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top