Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Bisnis.com - Ilustrasi
Premium

Saham Murah LQ45 dengan Rasio PEG Terendah

12 Agustus 2020 | 16:23 WIB
Selain price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV), investor juga dapat mempertimbangkan price to earning growth ratio (PEG) untuk memilih saham unggulan dalam indeks LQ45.

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pelan tetapi pasti, terus menguat  di atas level 5.000 setelah berada di titik terendah 3.900 pada akhir Maret.

Secara year to date, indeks masih melemah 17,61 persen meskipun pada perdagangan Selasa (11/8/2020) naik tipis 0,63 persen ke level 5.190.

Sejak pertengahan Juli, IHSG mampu bertahan di atas level 5.000 sehingga pergerakan indeks tampaknya mulai memasuki fase penguatan, terutama setelah adanya laporan sejumlah indikator perekonomian, dari PDB, inflasi, indeks manufaktur, cadangan devisa hingga laporan keuangan emiten.

Adapun, indeks LQ45 yang mengukur kinerja harga dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik masih tergerus 20,46 persen jika dihitung sejak awal tahun.

Pelemahan indeks LQ45, secara year to date, yang masih lebih besar ketimbang penurunan IHSG menjadikan adanya peluang kenaikan indeks yang berisi 45 saham emiten dengan likuiditas tinggi itu terbilang cukup besar,

Untuk itu tidak ada salahnya jika kita melihat valuasi saham-saham dalam LQ45 tersebut untuk mengukur saham-saham yang masih cukup murah dan tidak. Biasanya, rasio yang digunakan untuk mengukur wajar atau tidaknya sebuah saham adalah price to earning ratio (PER) dan price to book value (PBV).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top