Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Day old chicken (DOC). - Repro/Malindo Feedmil
Premium

EMITEN UNGGAS: Kinerja Laba dan Saham Berpotensi Lebih Gemuk

12 Agustus 2020 | 07:15 WIB
Laba emiten unggas pada semester I/2020 tertekan akibat penurunan permintaan. Semester II/2020 berharap adanya perbaikan.

Bisnis.com, JAKARTA — Paruh pertama 2020 menjadi masa sulit bagi emiten unggas. Hal itu terlihat dari penurunan laba bersih yang diderita perusahaan. 

Kinerja emiten unggas pun diprediksi bakal lebih gemuk pada semester II/2020 setelah tertekan periode paruh pertama tahun ini akibat imbas dari penyebaran Covid-19.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, tiga dari empat emiten unggas yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan penurunan pendapatan secara year on year (yoy) pada semester I/2020. Dampaknya, tiga emiten mengalami penurunan laba bersih bahkan satu di antaranya harus berbalik merugi.

PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) mengalami penurunan kinerja keuangan paling dalam dibandingkan dengan tiga emiten unggas lainnya. Pendapatan yang dikantongi turun 17,54 persen menjadi Rp3,19 triliun dan harus berbalik membukukan rugi bersih Rp44,22 miliar pada semester I/2020.

Adapun, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), dan PT Sierad Produce Tbk. (SIPD) juga membukukan penurunan laba bersih secara tahunan pada semester I/2020. Koreksi laba bersih yang dibukukan yakni 4,30 persen, 81,30 persen, dan 66,45 persen.

Baru-baru ini, Direktur Utama Sierad Produce Tommy Wattimena mengungkapkan kondisi cukup menantang pada awal pandemi. Pasalnya, terjadi penurunan pasar, pasokan, serta permintaan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top