Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pabrik PT Indofarma Tbk. Pada 2019, perusahaan farmasi milik negara itu berhasil mencetak laba setelah 3 tahun menderita kerugian. - indofarma.id
Premium

75 Tahun Indonesia : Momen Krusial bagi Indofarma (INAF)

09 Agustus 2020 | 14:53 WIB
Setelah 3 tahun terakhir mencatatkan kerugian, PT Indofarma Tbk. akhirnya kembali laba. Kinerja saham pun terpacu sentimen vaksin. Momentum krusial bagi kinerja perusahaan?

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia akhirnya melakukan suspensi atas saham PT Indofarma Tbk. pada perdagangan Jumat (7/8/2020). Dalam keterangan resminya, otoritas bursa menyampaikan kebijakan ini diambil seiring dengan melonjaknya harga saham perseroan selama beberapa hari terakhir.

Dalam periode 3-6 Agustus 2020, harga saham Indofarma memang naik signifikan, yakni mencapai 46,33 persen ke level Rp3.190.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI) Lidia M. Pandjaitan mengatakan kebijakan ini dilakukan dalam rangka cooling down atas saham emiten berkode INAF itu.

“Penghentian sementara perdagangan saham INAF tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di INAF,” terangnya, Kamis (6/8).

Selang sehari, BEI menyatakan membuka kembali suspensi saham perusahaan pelat merah itu mulai perdagangan sesi I pada Senin (10/8).

Lonjakan tersebut salah satunya dipicu pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir, yang menyebut Indonesia kelak bakal memproduksi 250 juta vaksin pada Januari-Februari 2021. Produksi itu dijalankan oleh induk usaha INAF, yakni PT Bio Farma (Persero).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top